Saturday, 7 March 2015
GEMAS SAKINAH II
Tasikmalaya 28
Februari sampai dengan 1 maret 2015, badan komunikasi remaja mesjid indonesia
(BKPRMI) kota tasikmalaya mengadakan GEMAS SAKINAH Ke II Tingkat kota
tasikmalaya yang bertempat di gedung Nahdhatul ulama Dan yayasan gedung dakwah islamiyah
kota tasikmalaya.
Kegiatan ini
sebagai bentuk program kerja di BKPRMI-LPPKS kota tasikmlaya yang berlangsung selama dua hari, “ kegiatan
ini diharapkan bisa menyaring bakat anak-anak dalam Bidang keterampilan dan
kemampuan di tingkatan kota tasikmalaya untuk mengikuti perlombaan ke tingkat
provinsi jawa barat yang akan dilaksankan sebentar lagi” ujar ketua umum DPD
BKPRMI kota tasikmalaya Heryanto rusdiansyah S.Hi. Dan ucapan
terimakasih kepada para ustad-ustadzah yang senatiyasa selalu membimbing
anak-anak dalam mewujudkan generasi yang ber akhlaqul karimah, ini tentunya
bukan tugas yang sangat mudah dan perlu ada pengawan dan bimbingan yang inten
dan juga kerjasama dari berbagai pihak baik dari tataran birokrasi ataupun
legislatip.
Di gemas ke II kota
tasikmlaya ini diikuti sekitar enam ribu lebih peserta karnaval dari
masing-masing daerah/kecamatan di kota tasikmalaya
Monday, 23 February 2015
Rapat Panitia Gemas
tasikmalaya 23 februari 2015 BKPRMI kota tasikmalaya mengadakan rapat panita Gemas yang ber agendakan pembagian tugas dan pembagian seragam panita, yang dilaksankan di gedung dakwah islamiyah (GDI) kota tasikmalaya.
rapat kali ini lanjutan daripada evaluasi rapat sebelumnya dalam menghadapi gemas yang tinggal menghitung hari kiranya tanggal 28 februari 2015, diharapkan acara gemas ini bisa terlaksana dengan lancar sesuai apa yang kita harapkan bersama.
Mars BKPRMI
Lirik Mars BKPRMI
Pemuda remaja marilah bergabung
didalam BKPRMI kita berhimpun
kembali ke masjid mari membangun
masyarakat marhamah tujuan kita semua
Jadilah muwahid pemersatu ummat
Jadilah mujahid pembela kebenaran
musyaddid muaddib, pelurus dan pendidik
sebagai mujaddid pemelihara iman.
untuk format Mp3 bisa di download disini
Tuesday, 10 February 2015
Membangun karakter sejak dini
jika saya ditanya kapan sih waktu yang tepat untuk
menentukan kesuksesan dan keberhasilan seseorang? Maka, jawabnya adalah saat
masih usia dini. Benarkah? Baiklah akan saya bagikan sebuah fakta yang telah
banyak diteliti oleh para peneliti dunia. Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat
hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam
informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana
perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena
itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden
age). Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli
Perkembangan dan Perilaku Anak dari Amerika bernama Brazelton menyebutkan bahwa
pengalaman anak pada bulan dan tahun pertama kehidupannya sangat menentukan
apakah anak ini akan mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya dan apakah
ia akan menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan berhasil dalam pekerjaannya. Nah, oleh karena itu, kita sebagai orang tua hendaknya memanfaatkan masa emas
anak untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak. Sehingga anak
bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupannya di masa mendatang.
Kita sebagai orang tua kadang tidak sadar, sikap kita pada anak justru akan
menjatuhkan si anak. Misalnya, dengan memukul, memberikan pressure yang
pada akhirnya menjadikan anak bersikap negatif, rendah diri atau minder,
penakut dan tidak berani mengambil resiko, yang pada akhirnya karakter-karakter
tersebut akan dibawanya sampai ia dewasa. Ketika dewasa karakter semacam itu
akan menjadi penghambat baginya dalam meraih dan mewujudkan keinginannya.
Misalnya, tidak bisa menjadi seorang public speaker gara-gara ia minder
atau malu. Tidak berani mengambil peluang tertentu karena ia tidak mau
mengambil resiko dan takut gagal. Padahal, jika dia bersikap positif maka
resiko bisa diubah sebagai tantangan untuk meraih keberhasilan. Anda setuju
kan?
Banyak yang mengatakan keberhasilan kita ditentukan
oleh seberapa jenius otak kita. Semakin kita jenius maka semakin sukses.
Semakin kita meraih predikat juara kelas berturut-turut, maka semakin sukseslah
kita. Benarkah demikian? Eit tunggu dulu! Saya sendiri kurang setuju dengan anggapan tersebut.
Fakta membuktikan, banyak orang sukses justru tidak mendapatkan prestasi
gemilang di sekolahnya, mereka tidak mendapatkan juara kelas atau menduduki
posisi teratas di sekolahnya. Mengapa demikian? Karena sebenarnya kesuksesan
tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan otak kita saja. Namun kesuksesan
ternyata lebih dominan ditentukan oleh kecakapan membangung hubungan emosional
kita dengan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Selain itu, yang
tidak boleh ditinggalkan adalah hubungan spiritual kita dengan Tuhan Yang Maha
Esa. Tahukah anda bahwa kecakapan membangun hubungan dengan
tiga pilar (diri sendiri, sosial, dan Tuhan) tersebut merupakan
karakter-karakter yang dimiliki orang-orang sukses. Dan, saya beritahukan pada
anda bahwa karakter tidak sepenuhnya bawaan sejak lahir. Karakter semacam itu
bisa dibentuk. Wow, Benarkah? Saya katakan Benar! Dan pada saat anak berusia
dini-lah terbentuk karakter-karakter itu. Seperti yang kita bahas tadi, bahwa
usia dini adalah masa perkembangan karakter fisik, mental dan spiritual anak
mulai terbentuk. Pada usia dini inilah, karakter anak akan terbentuk dari hasil
belajar dan menyerap dari perilaku kita sebagai orang tua dan dari lingkungan
sekitarnya. Pada usia ini perkembang mental berlangsung sangat cepat. Pada usia
itu pula anak menjadi sangat sensitif dan peka mempelajari dan berlatih sesuatu
yang dilihatnya, dirasakannya dan didengarkannya dari lingkungannya. Oleh
karena itu, lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif dan
sukses.
Lalu, bagaimana cara membangun karakter anak sejak
usia dini?
Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman 3
hubungan yang pasti dialami setiap manusia (triangle relationship),
yaitu hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan (hubungan
sosial dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan YME (spiritual). Setiap
hasil hubungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya
menjadi nilai dan keyakinan anak. Cara anak memahami bentuk hubungan tersebut
akan menentukan cara anak memperlakukan dunianya. Pemahaman negatif akan
berimbas pada perlakuan yang negatif dan pemahaman yang positif akan
memperlakukan dunianya dengan positif. Untuk itu, Tumbuhkan pemahaman
positif pada diri anak sejak usia dini, salah satunya dengan cara memberikan
kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu
anak mengarahkan potensinya dengan begitu mereka lebih mampu untuk
bereksplorasi dengan sendirinya, tidak menekannya baik secara langsung atau
secara halus, dan seterusnya. Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi
dengan lingkungan sekitar. Ingat pilihan terhadap lingkungan sangat
menentukan pembentukan karakter anak. Seperti kata pepatah bergaul dengan
penjual minyak wangi akan ikut wangi, bergaul dengan penjual ikan akan ikut
amis. Seperti itulah, lingkungan baik dan sehat akan menumbuhkan karakter sehat
dan baik, begitu pula sebaliknya. Dan yang tidak bisa diabaikan adalah membangun
hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa. Hubungan spiritual dengan
Tuhan YME terbangun melalui pelaksanaan dan penghayatan ibadah ritual yang
terimplementasi pada kehidupan sosial. Nah, sekarang kita memahami mengapa membangun
pendidikan karakter anak sejak usia dini itu penting. Usia dini adalah usia
emas, maka manfaatkan usia emas itu sebaik-baiknya.
UPAYA KEPALA SEKOLAH MENINGKATKAN MUTU PENDIDIK
UPAYA
KEPALA SEKOLAH MENINGKATKAN MUTU PENDIDIK
(Oleh : Heryanto
Rusdiansyah : Ketua Umum DPD BKPRMI Kota Tasikmalaya,)
Di
BKPRMI Kota Tasikmalaya tercatat sebanyak 512 unit TKA/TPA dan 200 unit lebih
lembaga TAAM yang merupakan kategori kelompok Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Sejenis sesuai dengan UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003. TKA/TPA dan TAAM
merupakan anak kandung dari Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) yang
secara organisatoris merupakan lembaga Independen, adapun irisan dengan
Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Nasional adalah sebagai mitra
kerja dalam hal pengelolaan, peningkatan kesejahteraan dan pembinaan. Memang
sangat cukup luar biasa fantastis jumlah TKA/TPA dan TAAM yang mayoritas
disetiap daerah Se-Indonesia mendominasi jumlahnya dibanding dengan jumlah
lembaga pendidikan anak usia dini yang sederajat lainnya, hal ini tidak
terlepas dari bentuk kesadaran keterpanggilan hati nurani para ulama, kyai,
ustadz dan tokoh masyarakat untuk melakukan syiar Islam lewat mencetak dan
mendidik anak-anak muslim sejak dini agar kelak dapat menjadi anak yang
berilmu, berakhlak dan beramal saleh sehingga bagi berguna bagi Agama, Nusa dan
Bangsa. Kota Tasikmalaya merupakan lumbungnya pesantren sehingga hal inilah
yang menjadi penggerak terhadap tumbuh suburnya lembaga pendidikan Islam
terutama taman kanak-kanak Al-qur’an dan TAAM. TKA/TPA dan TAAM merupakan milik
masyarakat karena lahir dari sebuah keprihatinan dari tokoh agama Islam untuk
mendambakan ramainya masjid-masjid dan madrasah oleh anak-anak dengan alunan
Al-qur’an, Dzikir, Tasbih dan Takbir yang senantiasa menghiasi aktivitas
anak-anak, pemuda dan remaja masjid setiap harinya.
Berangkat
dari kesadaran dan cita-cita untuk menggembleng anak agar cakap dalam membaca
Al-qur’an, Taman Kanak-kanak Al-qur’an dan TAAM tentunya dari waktu ke waktu
harus senantiasa mampu mengembangkan diri seiring dengan tantangan dan
kebutuhan zaman yang semakin kompleks. Filosofi “ nu ngajar di TKA/TPA dan
TAAM nu penting aya kadaek jeung sahayuna“ harus dibuang jauh-jauh kalau
ingin sebuah lembaga pendidikan Al-qur’an betul-betul menjadi idola dan tumpuan
bagi masyarakat. Mengedepankan kualitas TKA/TPA dan TAAM merupakan harga
mati yang tidak bisa di tawar-tawar lagi kalau ingin sebuah lembaga pendidikan
itu sendiri tetap maju.
Maju mundurnya TKA/TPA dan
TAAM tergantung dari tingkat kerja keras dan kemampuan para penyelenggara
pendidikan itu sendiri, dalam kesempatan ini saya akan sedikit menguraikan
tentang Peningkatan Mutu Pendidik dilingkungan TKA/TPA dan TAAM sebagai sebuah
otokritik bagi saya sendiri yang merupakan civitas BKPRMI, dan sebagai evaluasi
di internal TKA/TPA dan TAAM.
Tidak dipungkiri di dalam
penyelenggaraan pendidikan tidaklah statis tetapi dinamis, artinya dari
waktu kewaktu selalu berbenah dan berbenah untuk meningkatkan kualitas
lulusan-seolah tidak ada pangkal ujungnya kepuasan dalam menjalankan
pendidikan, hal ini menandakan bahwa semangat penyelenggara pendidikan untuk
menuju TKA/TPA dan TAAM yang Ideal sangat luar biasa, ini merupakan modal dasar
dan pertanda baik.
Permasalahan
Berbagai persoalan yang
muncul dilingkungan TKA/TPA dan TAAM diantaranya : (1). Mayoritas
Ustadz-Ustadzah adalah Lulusan Pesantren dan Aliyah bahkan ada dari lulusan
Madrasah Tsanawiyah, (2). Pengadministrasian lembaga pendidikan sangat lemah
baik yang berhubungan dengan Tata Usaha maupun Administrasi Pendidik, (3)
Jumlah santri tidak sebanding dengan jumlah guru yang ada, dimana idealnya 4-6
peserta didik dipegang oleh satu pendidik, (4) Kualitas para pengajar terutama
dalam kefasihan dalam membaca Al-qur’an (tahsinul Qur’an) sangatlah minim (5)
Metode mengajar yang kaku, (6). Tingkat Kesejahteraan Pendidik yang tidak
terjamin, (7) Pendidik terlalu mudah meluluskan peserta didik dalam pencapaian
Iqro, hafalan ataupun yang lainnya karena alasan kasihan, bosan diulang-ulang,
ataupun alasan lainnya. Hanya dengan komunikasi dengan anak didik dan orang tua
sebagai upaya untuk mencari jalan keluarnya agar anak tetap semangat untuk
meraih prestasi.
Penganaktirian terhadap
TKA/TPA dan TAAM tidaklah menjadi kecil hati, justeru harus menjadi sebuah
pemicu untuk berintrospeksi diri terhadap lembaga pendidikan kita sendiri agar
mampu bangkit dari “apa adanya “ menuju “ kepuasan orangtua dan
masyarakat “ atas pelayanan pendidikan TKA/TPA dan TAAM yang maksimal.
Tawaran Alternatif
Melihat dari hal tersebut
diatas, memang kita semua menginginkan sebuah lembaga pendidikan Al-qur’an yang
terpenuhinya sarana prasana, kualitas guru yang baik, kesejahteraan yang
terjamin dan banyak hal yang kita harapkan. Kalau semua keinginan tersebut
ingin terwujud tentunya mulai sekarang harus mulai berbenah diri. Kalau boleh
saya katakan bahwa “ Kesejahteraan dan Sarana Prasarana akan tercapai hanya
ada satu kata : “ Tingkatkan Kualitas Tenaga Pendidik “. kenyataannya
adalah pada zaman sekarang tingkat persaingan bukan hanya di bisnis saja tetap
di pendidikan juga sangat kuat, masyarakat dan orang tua tentunya akan memilih
lembaga pendidikan yang betul-betul dapat menghantarkan anaknya menjadi anaknya
ideal dalam masa pertumbuhannya,masyarakat dan orang tua berani mengeluarkan
biaya berapa pun.
Kepala sekolah menjadi
ujung tombak dalam memotori kearah terciptanya “tenaga pendidik yang
handal-berkualitas”, maka kepala sekolah dalam menahkodai sebuah lembaga
pendidikan “janganlah setengah hat,i baik dalam mencurahkan fikiran, tenaga,
waktu bahkan materi “ demi tercapainya pendidik yang berkualitas-kecuali
lembaga pendidikan yang kita kelola ingin berjalan apa adanya bahkan
terkatung-katung, siap-siap saja lembaga pendidikan kita untuk ditinggalkan
masyarakat. Insya alloh dengan keseriusan, ketekunan dan kesabaran kita dalam
mengelola lembaga pendidikan untuk menuju yang ideal akan tercapai.
Kepala sekolah setidaknya
harus mempunyai langkah-langkah untuk tetap mencita-citakan TKA/TPA dan TAAM
yang ideal di hadapan masyarakat – setidaknya kepala sekolah harus manfaatkan
dan berdayakan yang ada. Penulis ingin berbagi mudah-mudahan sebagai bahan
inspirasi, diantaranya sebagai berikut :
(1). Melakukan pembinaan
rutin (seminggu sekali maksimal sebulan sekali) terhadap para pendidik untuk
mengetahui masalah-masalah yang muncul dan upaya penyelesaiannya, mengetahui
perkembangan peserta didik, memberikan pendalaman materi bagi pendidik serta
mempersiapkan rencana lanjutan.
(2). Memberikan Reward
(penghargaan) kepada guru yang betul-betul dapat meraih sebuah prestasi, baik
dengan ucapan selamat, piagam penghargaan, maupun bentuk lain. Hal ini penting
sebagai motivasi terhadap pendidik untuk senantiasa meningkatkan kualitas
dirinya.
(3). Memperhatikan
kebutuhan-kesejahteraan para pendidik, baik berupa perhatian dalam bentuk
materi maupun kedekatan emosional.
(4). Mengikutsertakan
pendidik ke kegiatan seminar, workshop, bedah buku, studi banding, ataupun kegiatan
lainnya yang menunjang terhadap peningkatan kemampuan peserta didik.
(5). Mendorong pendidik
untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
(6). Untuk menghilangkan
kepenatan dan kejenuhan para pendidik, sewaktu-waktu kepala sekolah mengadakan
liburan bersama dengan keluarga pendidik sebagai ajang silaturahmi dan
membangun kedekatan dengan keluarga pendidik.
(7). Melakukan motivasi
kepada pendidik dengan menciptakan mental berani, sabar, jujur, berpandangan
hidup kedepan, kemandirian, jiwa entrepreneur-wirausaha dan lain sebagainya.
Demikian, setidaknya
sebagai bahan masukan bagi tercapainya sebuah lembaga pendidikan TKA/TPA-TAAM
yang betul-betul memiliki tenaga pendidik yang berkualitas.
Wallahu’alam Bissawaf
Friday, 6 February 2015
Kumpulan Materi-Materi
2. materi eksistensi TKA/TPA download disini
3. materi penulisan dan analisis soal download disini
4. materi ADPEN MDA download disini
5. contoh RPP download disini
6.materi pembinaan moral dan kepribadian download disini
7. ayat-ayat kepemimpinan download disini
8. kreasi aneka lagu download disini
9. belajar seraya bermain download disini
10. Data Guru se-kota tasikmalaya download
11. slide kepemimpinan BKPRMI download
12. panduan fasi download

































































.jpg)


.jpg)